Tragedi Raya, Dari Dugaan TBC Hingga Fakta Tubuh Penuh Cacing Parasit!

bagikan

Balita 3 Tahun Bernama Raya Meninggal dengan Tubuh Penuh Cacing, Tragedi Raya mengungkap masalah gizi buruk, sanitasi, dan celah layanan kesehatan.

Tragedi Raya, Dari Dugaan TBC Hingga Fakta Tubuh Penuh Cacing Parasit!

Kabar duka datang dari Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Seorang balita bernama Raya menjadi sorotan setelah video perawatannya di rumah sakit viral. Dalam rekaman itu terlihat cacing keluar dari hidung, mulut, dan anusnya.

Keluarga menyebut Raya masih sehat dan bermain pada Jumat. Sabtu ia dibawa berobat ke klinik, lalu Minggu dirujuk ke dokter anak. Awalnya, dokter menduga Raya mengalami gangguan paru.

Pada Senin, 18 Agustus 2025, kerabat bernama Sarah mengungkap diagnosa awal sempat mengarah ke TBC. Namun, setelah Raya meninggal, baru diketahui tubuhnya dipenuhi cacing. Pemeriksaan pencitraan juga memperlihatkan banyak parasit.

Kasus ini memperlihatkan kesenjangan layanan. Gejala awal, rujukan, dan hasil akhir berbeda jauh. Dari sisi keluarga, masalah muncul karena tidak memiliki BPJS dan dokumen kependudukan. Kondisi psikologis orang tua diduga memperparah keterlambatan penanganan.

tebak skor hadiah pulsajersey asli timnas gratis  

Infeksi Cacing Yang Dialami Raya

Keluarga menyebut Raya sempat diduga TBC, penyakit yang menyerang paru. Namun, temuan akhir menegaskan infestasi cacing berat. Kedua penyakit ini bisa terkait dengan faktor risiko sama gizi buruk, sanitasi buruk, dan lingkungan berisiko. Dalam video, keluarga menyaksikan langsung cacing sepanjang 15 cm keluar dari hidung Raya di ruang gawat darurat.

Bidan desa menyebut Raya berstatus BGM (bawah garis merah), indikator gizi buruk. Ia mendapat bantuan makanan tambahan serta obat cacing setiap Februari dan Agustus. Terakhir tercatat bulan Februari. Meski begitu, infestasi berat tetap terjadi. Hal ini menunjukkan kemungkinan masalah kepatuhan obat, reinfeksi cepat, atau daya tahan tubuh rendah.

Pihak desa bahkan menyebut sekitar 1 kg cacing keluar dari tubuh Raya. Klaim ini masih butuh verifikasi medis. Namun, kesaksian konsisten tentang banyaknya cacing menegaskan betapa serius kondisinya.

Dukung Timnas Indonesia, Ayo nonton GRATIS pertandingan Timnas Garuda, Segera DOWNLOAD APLIKASI SHOTSGOAL

download aplikasi shotsgoal
 

Kenyataan Mengejutkan Di Balik Tragedi Raya

Tragedi Raya

Keluarga mengatakan Raya sering dibiarkan bermain di tanah. Saat sakit, pengobatan rumahan dilakukan dengan mandi air hangat berdaun singkong.

Kunjungan rutin ke puskesmas jarang dilakukan. Akses rumah sakit juga terlambat. Informasi lain menyebut kedua orang tuanya mengalami gangguan mental dan kini dirawat di rumah sakit jiwa. Jika benar, ini menandakan perlunya perlindungan sosial dan pendampingan keluarga.

Posyandu sudah memberi makanan tambahan dan mencatat kenaikan berat badan. Namun, rujukan ke ahli gizi sering tertunda karena tidak ada persetujuan orang tua. Sistem berbasis persetujuan ini menjadi masalah saat pengasuh utama tidak mampu membuat keputusan tepat.

Selain itu, Raya tidak memiliki BPJS dan identitas kependudukan. Relawan akhirnya menjadi penolong utama, mulai dari evakuasi hingga koordinasi dengan rumah sakit. Namun, bergantung pada relawan menunjukkan lemahnya mekanisme penjangkauan resmi pemerintah.

Baca Juga: Ekahan, Salah Satu Upacara Adat di Jawa Barat!

PR untuk Pemprov Jabar

Kasus Tragedi Raya menunjukkan intervensi tunggal, seperti obat cacing berkala, tidak cukup. Pemprov Jabar harus memperbaiki sanitasi, gizi, dan pendampingan keluarga secara bersamaan.

  1. Program deworming. Edukasi pengasuh dan pemantauan langsung harus diperkuat. Anak yang absen perlu dijadwal ulang. Rumah berlantai tanah dan sumber air kotor harus dipetakan untuk intervensi sanitasi.

  2. Pendampingan keluarga. Tim lintas disiplin (bidan, sanitarian, nutrisionis, pekerja sosial) perlu melakukan kunjungan rumah. Mekanisme persetujuan darurat juga diperlukan agar layanan tidak tertunda. NIK dan BPJS harus dipermudah.

  3. Sistem respons berbasis bukti. Status BGM yang lama tanpa perbaikan harus menjadi alarm. Puskesmas atau rumah sakit wajib turun tangan lebih cepat. Audit kasus juga penting untuk memperbaiki SOP rujukan.

Baca lebih banyak informasi, program, dan solusi nyata untuk Jawa Barat di Jabarland Mari ikut peduli, berbagi, dan bergerak bersama demi masa depan anak-anak Jawa Barat.